4/5/15

The Infinite Monkey Cage

One time, I said this to boyfriend, "Gua tuh jaman SMA, lumayan jago pelajaran kimia, ada lah sains eksak yang nyantol.", his response was, "Gilaa, ngaku-ngaku banget! masa nggak keliatan ada sisa-sisanya.."

Monyet anjing.

Haha, iya juga ya, jangan-jangan aku delusional?! Tapi beneran deh, ada kalanya saya cemerlang banget dalam pelajaran kimia. Masalahnya kecermelangan ini nggak konsisten muncul, begitu tingkat kesulitannya naik, saya mulai malas--ribet dikit, daaagh nek!

Kenapa tiba-tiba kepikiran hal ini, karena sejak beberapa bulan lalu saya gandrung banget dengerin podcast BBC 4 berjudul "The Infinite Monkey Cage", sebuah diskusi ilmiah, yang dipandu oleh comedian, Robin Ince dan seorang profesor fisika-kuantum, Brian Cox.



Saya tahu tentang acara ini dari pacar saya yang memang hobi ngulik hal-hal beginian, beda sekali dengan diriku! Satu-satunya persamaan kami adalah, kami berdua menyukai hal-hal keluaran United Kingdom pada umumnya, dan Inggris pada khususnya, di luar sepak bola lho yaa dan dengan kurasi yang baik--sehingga begitu saya direkomendasikan tentang program ini, saya langsung tertarik. Motivasi awal mendengarkan sih hanya untuk membiasakan telinga ini mendengar orang Inggris bercakap-cakap agar tercapai nilai IELTS yang tinggi, tapi begitu setiap episode bergulir kudengarkan, muncul perasaan "iiiih kenapa dulu nggak tekun sih, kan aku bisa jadi peneliti!"

Meskipun pada akhirnya nilai IELTS-ku standar dan nggak jadi peneliti--peneliti sosial aja sih :p --program ini menjadi penghibur di kala sedih, sama ampuhnya dengan nonton Fluxcup. Dari sedih dan super emosional, begitu saya mendengar salah satu episode dari program ini seperti mengembalikan logika dan rasionalitas, hati langsung dingin. Memang inilah gunanya ilmu pengetahuan, menyeimbangkan antara logika dan impuls-impuls emosi, membuat nyaman dalam misteri karena bukan ditakuti tapi dicari tahu.

"If science is so good, why do they keep having to change it?" --some journalist sneeringly asked Robin Ince. He then attempted to explain, "scientific knowledge is not a dogma, it is not declare that it is right, rather it aims to be the least wrong version of events, there is always room for further investigation and frequently hope for a better answer."

Program ini memang dirancang untuk menarik dan (mungkin) mengembalikan ketertarikan orang  non-ilmuwan laboratorium kepada sains, para panelis nggak cuma berisikan peneliti atau ilmuwan, tetapi juga stand-up comedian, kemudian bagi orang yang menonton langsung, bisa bertanya hal sebodoh apa pun tentang misteri alam semesta ini.




Para ilmuwan yang jadi pembicara di acara ini yang masih suka njlimet kalau menjelaskan suatu konsep ilmiah akan diimbangi dengan para komedian inggris yang meminta penjelasannya disederhanakan, and I really love how the invited comedians throw their jokes at scientists and science, think I always love UK's satire comedy.

Beberapa episode favorit saya!

1. What is Death?



2. When Quantum Goes Woo.


3. What's the Point of Plants?


4. Things Can Only Get Better.


5. Are Humans Uniquely Unique?



To sum up what the Monkey Cage aims to do, there's a letter from an eight year old about the show:

“Dear Brian and Robin,
I really like the Infinite Monkey Cage. Brian, I like the way you explain science. Robin, I like the silly voices you do”.
"I am fortunate to be in a position where I can regularly ask questions to minds that have spent much time concentrating on intriguing questions. I am willing to accept that I don’t know most things, that many beliefs I hold may be proved wrong. That is why I try not to have dearly held beliefs, they are so much harder to prise off. I realise that I will die still ignorant of most of the universe, but I aim to continue kicking against my ignorance until that moment I disappear."

Berharap bisa bikin talkshow model ini di sini, tanpa harus ada yang merasa terancam keberadaannya. Atau aku coba cari jalan jadi promotor yang bisa membawa program ini kemari ya? Nggak melulu seni pertunjukan :P

Cheers,


No comments:

Post a Comment