3/2/15

Globally Jamming!


Halo blog-ku yang sepi akan tulisan, komentar dan pengunjung! Aku ingin kembali meramaikanmu dengan pengalamanku di akhir pekan kemarin. 

Have you ever heard about Jakarta Service Jam that part of Global Service Jam? In short, this is the world's biggest design thinking and service design event. What so special about the jam? Because we get so much work done! and still having fun. The key though; Part of it is the great people , and the other part is the way we work - DOING, NOT TALKING, walk the talk, alias praktekin "Jangan ngemeng aje!"

Mengintip keseruannya sebentar:

 menjawab tantangan NYC Service Jam


Dari yang saya jalani, di service jam ini kita mempelajari bagaimana men-desain sebuah inovasi untuk mengatasi masalah sekitar. Ini mengingatkan saya pada Mata Kuliah Penelitian Kualitatif di Komunikasi Massa, tapi bedanya dan sekaligus yang bikin seru, di sini saya tergabung dengan orang-orang dari berbagai latar belakang pekerjaan.

"Imagine a jam session in music, you come together, bringing your instruments, your skills, your open mind. Someone sets up a theme, and you start to jam around it. You don't over analyse it, you don't discuss it to death, you jam. You bounce your ideas off other people, and play around with what comes back. Together you build something which none of you could have built alone..."

what the aim is

Acaranya berlangsung selama 2 hari di akhir pekan kemarin, Sabtu-Minggu, kalau di Jakarta jatuhnya jadi 28 Feb - 1 Maret, tapi secara Global di mulai dari 27 Feb - 1 Maret, dan harus wrapped-up di jam 3 sore waktu setempat!



Thanks to one of my best friend Kautsar Anggakara, yang memperkenalkan dan mengajak saya untuk berpartisipasi dalam acara ini, ya karena selain dia meng-organise acara ini di Jakarta, dia juga menjadi mentor-nya, makanya saya dipaksa ikut *biar bisa nge-begoin temen sendiri yaa Nggaa...

Acara pertama dibuka dengan perkenalan melalui permainan ala team building..beneran nyaris disuruh ngebangun ruang kosong yang belum dipasang ubin..zzzz.

Angga says "makanyaa dipikir cobaa.." haha, nggak deng


Setiap dapat bola imajinasi, adalah giliran anda berbicara



Selesai perkenalan, kami dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dari total partisipan 35 orang, kelompok saya 5 orang, dengan 1 orang teman baik (Eko Bintang - Seniman, Ilustrator), 3 orang yang baru dikenal (Martin - Tech Director Digital Agency, Verra - Mahasiswi ITENAS *jengjeng, Hendri - team Crazy Hacker), lalu kami menunggu beberapa saat datangnya kiriman tema dari GlobalServiceJam, yakni sebuah gambar origami yang harus diinterpretasikan oleh masing-masing partisipan.

Kami menyatukan interpretasi menjadi "Interactive Construction"


Setelah itu, kami dibekali pemahaman tentang proses riset hingga nanti harus menghasilkan sebuah prototype. Yang paling utama dan menurut saya cukup sulit adalah ketika kami harus mengidentifikasi akar masalah, mengelompokkan, lalu membuat hipotesis..pfft, always the hardest part for me ever, since I were a uni student.








we've got great mentors, dari sejumlah mentor yang paling aku suka dalam membimbing ya temanku sendiri Kautsar Anggakara, Sulis dan Amelia Hendra (Perempuan pinternya gitu amat-her portfolio is amazing, sederhana, senyum terus walau tegas-ih pengen gue pacarin)

Left to right - panitia dan mentor: Aya, Sulis, Sisca, Sofian, Amel, Angga, Dono (Kasino Indro-nya mana..), Adit, Asri (betul nggak ya..)

Setelah kelompok saya merumuskan dan mengerucutkan beberapa masalah, kami memilih meneliti masalah mental malas, dikerucutkan lagi menjadi kemalasan orang di Jakarta saat makan/minum di restoran cepat saji/foodcourt. Sample yang diambil adalah orang-orang di Starbucks Setiabudi, jadilah kami merencanakan perangkat untuk turun lapangan;

1. Pembagian tugas: role play, pewawancara, note taker, dokumentasi
2. List pertanyaan

Saya kedapetan tugas sebagai role player dan pewawancara gantian sama Eko Bintang, ada 2 jenis role play yang harus diperankan:

1. Sebagai pengunjung sok bersih, kalau ada yang ninggalin sampah bekas minum akan saya tegur, lalu teman-teman kelompok dari kejauhan akan mengamati perilaku yang muncul. Jadi kalau orang yang saya tegur tersinggung lalu saya dipukulin, teman-teman nggak akan nolong...bagus ya. Lalu pakai gimmick ala sponton nunjuk ke kejauhan kalau anda lagi direkam..huhuuy!

2. Sebagai pengunjung yang akan ninggalin sampahnya dekat dengan orang yang lagi duduk, lalu Eko akan menghampiri orang tersebut dan bertanya tentang pendapat mereka ketika melihat perilaku orang macam saya.

Sampai Starbucks sempat agak canggung ketika mau mulai, tapi hamdallah berjalan lancar dan data-data yang kami butuhkan berhasil didapat. Nah, seluruh kegiatan kelompok saya bisa ditengok di bawah ini:





Seluruh peserta di dunia yang mengikuti event Global Service Jam ini harus mengunggah presentasi prototype dari project-nya pada jam 3 sore, sehingga akan ada 500+ project di dalam website Global Service Jam ini. Setelahnya sudah dan terima kasih! haha..

Acara pun selesai dan ditutup dengan masing-masing peserta harus memberikan komentarnya lalu bilang "cheers" sambil angkat gelas atau teh botol. Giliran saya, langsung pidato kayak dapat academy award:

"Saya Dara, pekerja independen di industri seni(kontemporer), Indonesian Peforming Arts Market atau tepatnya 'Makelar Budaya', kalau secara ringkas event ini *langsung sok switch ke bahasa inggris yang jelek* ...as I encounter the less hopeful, and more challenging aspects of being human *nahan nangis, jijiknya*.. this event restore my faith in humanity, cheers!"



Sepertinya cuma kayak kerja kelompok biasa ya, dan dari beberapa kali event global ini digelar, sedikit sekali yang prototype-nya dimatangkan lalu diuji ulang untuk beneran diproduksi. Hambatannya sangat bisa dimengerti, belum ada investor yang mau mendanai dan orang-orang yang ikut punya kegiatan lain yang nggak bisa mereka tinggalin untuk fokus ke prototype-nya.


we are so mabok post-it



Ah, tetapi di tempat saya semoga aja jadi berbeda, karena salah satu mentor kami adalah co-founder Crackerz (Crazy Hacker - yg kantornya dipakai buat acara ini) sebuah inisiasi untuk para super geek yang senang ngutak-ngutik teknologi untuk bisa menjadikan imajinasi kita-kita ini kenyataan, selain itu menang melulu dikancah kompetisi internasional--di kantor mereka, ada mesin permen yg kalau kita check in tempat mereka di Instagram, permennya keluaar!--dan mereka kayaknya dibina sama perusahaan teknologi besar deh. Mudah-mudahan karya kelompok gue di-pitchingin :D

TAPI percaya deh memang bukan hasil akhir yang penting, melainkan prosesnya. Saya aja bener-bener kagum dengan seluruh proses (48 Jam) yang kami lalui, ada kalanya senang-senang banget, namun ada titik frustrasi saya ingin bunuh-bunuhin teman kelompok. Buat saya, kenapa proses brainstorming di event service jam ini sangat sehat, karena kami diberikan sejumlah aturan main:





Saya kemudian berpikir, kenapa selama ini saya bekerja di beberapa tempat, hal-hal atau aturan main di atas nggak pernah kejadian, banyak rapat yang sudah saya lalui hanya capek yang didapat dan jarang beneran dapat solusi atas masalah yang sebenarnya. Jawaban cepatnya adalah orang selalu punya agenda sendiri dan sulit sekali menjadi pendengar yang benar-benar mendengar, bukan mendengar hanya karena ingin cari celah dan mematahkan argumen orang lain.

Anyway, anyhow..

Mungkin beberapa cara atau aturan main yang saya coba selama bekerja di workshop ini, bisa jadi sangat sulit untuk diterapkan di tempat kerja, akan tetapi bisa langsung diterapkan ke kehidupan sehari-hari pribadi saya, sepertinya bisa membuat saya lebih terbuka dan reflektif terhadap sekitar.

Because for me, this design thinking/human centred design is not about method, but it is a mindset.


Cheers!



No comments:

Post a Comment