1/21/15

Kontemporer Bro!

Dari sekian banyak arti dan makna kontemporer, ada satu interpretasi kontemporer yang saya pegang teguh, ini disampaikan oleh salah satu musisi perkusi Belanda yang pernah bekerja sama dengan ku, dia bilang "Contemporary, means looking at music instrument from a different perspective, from the other side"--jadilah musik yang dia hasilkan terlalu unik, saya kayak denger suara Bajaj lewat selama hampir 60 menit, mati nggak sih--anyway, saya suka yang dia bilang; "melihat dari perspektif yang berbeda".

Ini penting saudara-saudara! *ngomong ke diri sendiri.

Berlatih selalu melihat sesuatu dari berbagai sudut mengasah kepekaan akan sekitar, kenapa mengasah ini penting? Buat saya, supaya nggak terlalu gampang menyalahkan orang lain bahkan benda lain (zzz..), bisa tetap rendah hati, bisa menempatkan diri dengan sesuai, nggak jadi sok tahu--banyak banget yang masih kita nggak tahu, curiga sampai mati masih ada hal yang tetap jadi misteri, mungkin ujung-ujungnya supaya bisa makin bijaksana ya..

Saya yakin salah satu caranya adalah mau terus menggali lebih, keluar dari comfort zone, bertemu orang-orang baru, tapi tetap kesemuanya mesti dengan pemikiran matang juga ya. Saya sih nggak tiba-tiba nimbrung sama preman di daerah Manggarai karena ingin tahu hidup dari sudut pendeng dese! Ya bisa aja sih kalau ada kenalan yang bisa dengan aman membawa saya ke grup preman Manggarai.

Se-sederhana, sekali waktu jalan kaki dari satu tempat ke tempat lain (Jakarta-Puncak, pfft..) atau naik transportasi publik, juga ke pasar tradisional. Apalagi buat saya yang cukup beruntung bisa bawa mobil ke mana-mana, ke supermarket gedongan, perlu banget blusukan, lihat sekeliling, bahwa dunia ini banyak masalah.

Tentang bertemu orang-orang baru pun saya coba. Saya pernah mendaftarkan diri ke komunitas CouchSurfing, dan saya membuka rumah saya untuk ditempati orang asing! Karena ada kamar kosong satu--punya adik yang lagi hengkang dari rumah--iseng aja deh, hahaha..ya tapi bisa tetap aman, karena kita yang filter dan kasih syarat untuk tamu yang mau nginep. Saya batasi hanya untuk perempuan! Sekarang sih udah nggak terlalu aktif sama CouchSurfing, karena sok sibuk aja..

Dari CouchSurfing saya bertemu dengan orang-orang menarik dan yang pintar! Semuanya ke-jadian di tahun 2012-an;

Saya ketemu dengan yang namanya Samantha Sprole, gadis asal Boston keturunan Colombia (seneng gue kalau ada latin-latinnya gitu) dan ke Jakarta untuk ikut konferensi Sosial-Politik yang diselenggarain UI, sembari liburan kuliah S2-nya di Taiwan (liburan kok ikut konprensii!). Dia tinggal selama 3 hari di rumah saya, dan gadis ini jago banget nyanyi. Ngintip segimana pinternya anak ini, bacalah tulisan-tulisannya di sini nih -> Sam Sprole kok lo pinter amat sih?!



Terus ya, saya bertemu dengan orang pintar berikutnya, gadis asal Inggris, lagi liburan aja, namanya Sarah Joyce, dia juga (waktu itu) masih studi ambil Ph.D Bio Chemistry, kalau saya mah Bio Danzaaa aja deh ya. Kami sempat tuker-tukeran musik, yang mana musik yang saya kasih, dia tahu semua, terus musik yang dia kasih, saya nggak tahu semuaa! 



Ada satu lagi gadis bule asal Afrika Selatan, namanya Magderie, bule paling konvensional dan Kristiani taat yang pernah saya kenal. Sepertinya sih dia missionaris, walau nggak secara eksplisit dia bilang--saat saya tanya kerjanya apa--tapi dari obrolan sangat kentara, apalagi pas kita bahas-bahas perkembangan agama saat ini, dan akar-akar Islam dan Kristen. Ah fotonya nggak ketemu lagi, nggak bisa pamer deh.

Bertemu singkat dengan orang-orang baru sejenis ini, benar-benar membuka mata dan pikiran, bahwa...saya goblok atau halusnya masih banyak nggak tahu-nya. Mungkin setelahnya kita nggak langsung jadi sahabat karib ya, tapi senang dapat input berbeda tentang topik/hal sehari-hari yang saya hadapi, sampai topik yang global sekalipun.

Sahabat-sahabat dan teman-teman sedari dulu sih juga tak tergantikan dalam membentuk kepribadian saya hingga saat ini, tapi sesekali perlu juga ngintip di luar lingkaran saya sendiri. Ketemu dengan orang baru yang nyebelin pun bisa jadi nilai tambah yaa..tambah sebel maksudnya, kenapa juga mesti ketemu :D





Jadi, kontemporer adalah membeli produk Apple dengan penuh kesadaran. Bukan karena ikut-ikutan.

Apaan sih.

xx,



No comments:

Post a Comment