5/8/14

"Imma ball til the day I fall"


Kalau ada yang bilang "Punk never dies", begitu pula old skool hip-hop dan R & B!

Sejak saya mendapatkan sepatu merah hi top, sepertinya alam semesta mendukung deh, semua acara klasik hip-hop model "Rewind" kembali, sampai ada restoran dengan playlist hip-hop kece, bener-bener membangkitkan kembali the 'Ghetto Fabz' in me kan. Jaman dahulu kala, saya dan Kara (one of my best friend since elementary) hobi banget ngafalin rap, rambut di corn-row, jalan-jalan pakai celana sepinggul dengan boxer yang keliatan (ini kayaknya lebih ke gue sih), kalung rantai dengan bandul huruf jepang gedaa (ini juga gue!!), say whaat! *mana foto-foto ku. Bahkan jaman masih seneng jalan-jalan di Plaza Senayan, kita berdua disamperin geng ghetto (anak SMA sekitaran Jakarta Selatan berdandan sama) diajak kenalan deh, oh those days..tsk

Sekarang pun saya berkolaborasi dengan blogger asoy, yang juga sahabat dekat saya Laila dan Bolissa, hobi tuker-tukeran dan inget-ingetin lagu-lagu poh-pih untuk dijadiin play list, nostalgia ceritanya..dan iseng menghadiri keriaan santai ar-en-bih.

Serunya mendaur ulang memori lama ya begini, langsung semangat lagi, walaupun sekarang sih udah nggak pakai corn-row atau celana gombor dengan boxer keliatan. Lebih mengadopsi mental 'ghetto'-nya aja, alias masuk ke kaum struggle, hahaha..struggle tapi mesti fabulous tapi mau hippie juga. Memang hidup ku nih di irisan-irisan pertentangan deh.

Anyway,

Mengisi waktu luang saya dengan nonton, denger, baca apa pun yang berkaitan dengan hip-hop hip-hopan, I may have come across a project called "Hip-hop etymology"

it's an interesting piece to read, an absurdly nerdy look at how hip-hop invented the most important slang of our time. Check out dis hommie: Matt Daniels!




So keep it real boo, peace out!

No comments:

Post a Comment