Agak mengulang sedikit.
Jadi perjalanan ini, ditempuh dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, hanya 2 hari 1 malam, berangkat flight paling pagi, sampai Jogja langsung sarapan pecel, ke pembukaan "MAESTRO", makan siang di rumah Nasirun sekaligus lihat galeri kecilnya, lalu pulang bobo-bobo di Grand Hyatt Jogja.
Esok harinya, kami menuju Sangkring Art Space, ngeliat pamerannya Ninus Anusapati, sebagai orang awam, ya manalah kenal sama nama ini, menurut direktur kurator kantor saya, karyanya ini zenius!
Menurut saya..............(titik-titik panjang) krik...aku masih aja nggak ngerti *bobok*, tapi bolehlah samar-samar saya melihat kejeniusannya. Ini adalah solo exhibition-nya Anusapati berjudul "mateREALITY", keseluruhan materi karya ini adalah Ka to the Yu, KAYU, Pohon..yang dibentuk sedemikian rupa. Nah yang mau mengoleksi perlu ruangan besar nih.
Let's take a look.
| Gini aja nih? |
Ini adalah salah satu karya yang bikin saya terkagum-kagum, futuristik tapi naturalis (apaa coba), ya pokoknya gitu deh, buat saya ini canggih, kalau bisa ngoleksi yang ini saya mau deh. Ada aja ye, mikirnya apa sih..
| INI PAVORIT SAYA! |
| tampak keseluruhannya |
Karena nggak semua berhasil saya potret, alias batere habis (bego deh), eh nemu video ini, yang berhasil dokumentasiin sebagian besar karya Anusapati di Sangkring Art Space ini.
Setelah dari art space ini, kita pulang sebentar, untuk siap-siap makan malam di Magelang, di tempatnya OHD alias Oei Hong Djien. Si Bapak dokter yang super kaya ini (orang penting Djarum deh) punya museum, dimana doi memamerkan semua koleksinya (Nasirun punya cita-cita sama, OHD hobi mborong karya-nya Nasirun). Nah malam itu, dia perdana mau kasih liat hasil karya kelompok seniman yang dia grooming.
Okeh, ini adalah tampak depan museum OHD. Karya....aduh lupa
Inilah Mister OHD.
Bangku yang lagi didudukin ini adalah bangku pelaminan anaknya OHD waktu nikah, dibikin oleh Eko Nugroho. Jadi Pak OHD ini sudah mendeklarasikan hidupnya itu adalah seputaran tembakau dan Art/Seni Rupa, oleh karena itu waktu anaknya kawin, pestanya dibuat luar biasoo, kalau rakyat jelita kawin dekorasinya seputaran bunga, tenda, rumah adat. Nah kalau anaknya OHD vendor dekorasinya adalah seniman-seniman seni rupa, jadilah dekorasinya itu instalasi seni rupa, plus ada kue bentuk rokok. (sayang saya nggak punya foto-fotonya, cerita ini juga saya dapat ketika diundang ke acara Indonesia Heritage Society)
| Jendela adalah kelompok seniman yang diasuk OHD (kayaknya) |
| ckckck |
| Apaan sik? |
| Semua melengos, gundukan pasir sama daun pintu... |
| Ini keliatannya bermateri empuk, padahal keras. Seniman berambivalensi tinggi nih. |
| Bok! |
Ngantuk tapi laper (tiba-tiba).
Lanjut lagi deh nanti, semoga masih ada esok hari untuk saya bisa bercerita :))
No comments:
Post a Comment