6/15/13

TRIP..PING! Part 1


Suatu ketika saya pergi ikut trip seni, nggak sih..alias acara kantor, dimana agendanya menghadiri 2 pembukaan pameran di Jogjakarta, dan berkunjung ke rumah pelukis senior. Nah yang paling seru adalah rombongannya, selain kolega kantor, trip ini mengikutsertakan gerombolan ebok-ebok, yang seneng jalan-jalan 'berbudaya'.

Destinasi pertama ketika mendarat, adalah PECEL! dan yang paling fenomenil adalah kecintaan ebok-ebok pada foto, di tiap pojok motret (diri sendiri atau entah apa) yang pasti hampir semuanya hobi motret makanannya sendiri, pakai kamera profesional terus pake smart phone-nya, lalu nge-path deh...sama aja ya...

lihat lah lihat semua ngarahin kamera ke lauk pauk!
Percaya atau enggak, kilatan blitznya sampe keluar restoran.

And so we moved to our first real destination, pembukaan pameran "MAESTRO" dimana kita bisa lihat karya-karya seniman Indonesia yang udah masuk kelas 'super', napak tilas karya-karyanya. Ada karya yang udah masuk museum, atau udah jadi koleksi orang, dipinjem untuk dipamerin disini.



Sebelum memulai tur "MAESTRO" kita dikumpulin dulu untuk dijelaskan latar belakang kenapa pameran ini dibuat dan kenapa penting untuk dilihat. Nah saat yang ahlinya seni ngomong, ada satu Ibu yang (mungkin) tanpa sadar kebosanan, mengeluh dan bersuara agak keras "Duuuh nggak ngerti" terus melengos...hahahaha...*sama saya juga*


Karya-karya yang dipamerin nggak semuanya saya dokumentasikan, yang sekiranya bikin saya seneng aja, tapi yang pasti saya mencoba menelusuri jejak pencapaian 10 maestro ini: Affandi - Amri Yahya - Edhi Sunarso - Fadjar Sidik - G.Sidharta - Hendra Gunawan - Hendrojasmoro - Rusli - S. Sudjojono - Widayat.











Dari pameran "Maestro", kami se-rombongan pergi makan siang di rumah pelukis Nasirun, dijamu gudeg yang enak sekali! Yu Jum khas-nya Jogja aja kalah menurut saya, karena ada tambahan lauk dari bunga pepaya pengganti nangka yang ngasih rasa berbeda.

Selain makanan, yang menyenangkan adalah melihat rumah pelukis ini, saya cuma bisa bilang "Seniman..seniman.."

Si pelukis, Nasirun, itu tuh yang gondring


Dinding bagian atas rumah Nasirun

Pun menempel Pancasila

Ini masuk ke ruang tamum ada instalasi-instalasi

Taman belakang rumah Nasirun

potret tokoh yang iseng dilukis lagi oleh Nasirun
Cerita punya cerita, Nasirun ini adalah pelukis yang juga memiliki keahlian dalam bidang arsitektur, nggak hanya bidang bangunan rumahnya juga, tetapi soal tanaman juga tangannya cakap. Nah, jadi di belakang rumah Nasirun ini ada kolam dengan air mancur lumayan besar, katanya itu adalah mata air yang nggak sengaja muncul, saat Nasirun lagi macul-macul tanah mau mempercantik halaman..jadilah ketika mata air itu nyembur, langsung bikin ide kolam, ih diberkahi banget sama alam.


Lukisan diri Nasirun

Adalah lukisan 'Dipenogoro' yang dari lukisan Raden Saleh, ia gambarkan lagi versi Nasirun

Langit-langit rumah

ini kece lah

Ini adalah tulisan lirik lagu "Ilir-ilir" di dinding depan rumah, dekat garasi
Dinding dekat garasi
Nasirun ini kaya sodara-sodara, walaupun tampilan kayak gitu. Yah abisnya lukisannya selalu laku kayak kacang goreng, padahal harganya dari puluhan sampai ratusan juta. Berhubung kaya, uangnya (sepertinya) diputerin di karya seni lain juga, misal dia pelukis sekaligus kolektor, di seberang rumahnya dia bikin galeri kecil tempat dia nyimpen koleksi-koleksi karya seni, nantinya mau dibuka buat umum.

Asik..saya kedapetan ngintip duluan :))

Ini sekilas yang ada di galeri kecilnya...








Dari rumah dan galeri kecil Nasirun, kami pulang ke hotel, ISHOMA! haha..bersiap untuk besok jalan-jalan lagi ke.......

(marilah kita sambung cerita ini esok hari)

:)


No comments:

Post a Comment