2/16/12

Surat Untuk Sang Habib

Jauh-jauh hari sebelum tanggal 14 Februari, saya beberapa kali dapat broadcast message undangan untuk ikut meramaikan gerakan #IndonesiaTanpaFPI.

Sekilas tentang FPI versi saya: Front Pembela Islam, saya sebut aja ya ini geng nggak penting dan sok tahu, mengaku bela agama, tapi banyak aksinya yang justru menekan orang dan penuh kekerasan.

Gerakan #IndonesiaTanpaFPI ini bukan aksi balas kekerasan atas tindakan FPI, tetapi lebih ke protes DAMAI tentang FPI selama ini, biar pemerintah sadar juga, karena kebebasan orang terancam. Di tanggal 14 Februari itulah ramai-ramai masyarakat yang jengah dengan FPI, kumpul dan melakukan aksi damai-nya di bunderan HI. Sampai saat ini hasil protes mereka mungkin belum keliatan, apakah FPI harus bubar atau oknum-oknumnya ditindak secara hukum, atau begimana..ai tak tahu..

Saya sih mendukung ya adanya gerakan ini, walaupun memang saya nggak ikutan 'turun' ke bunderan HI, orang tua saya pun juga dapat undangan gerakan ini melalui broadcast message, email dan mailing list, tapi bedanya dengan saya..saya cuma jadi penonton aja, melihat berita-beritanya di web/TV, kedua orang tua saya tiba-tiba kolaborasi bikin surat terbuka buat si pemimpin FPI..JREEENG...

Keduanya aktivis juga bukan, pakar agama juga bukan..tapi isi suratnya cukup menyentuh..

Ayah saya yang menyusun dan kemudian menulis surat tersebut, tapi memang hasil diskusi dengan Ibu saya. Surat ditulis dalam bentuk surat elektronik, karena enggak kenal si habib, punya emailnya apalagi, akhirnya surat ini diposting di grup mailing list almamater FEUI angkatan ibu saya, jadinya ya ayah saya menulis atas nama ibu saya. Berharap surat ini bisa nyebar dan akhirnya sampai ke tangan si habib..semoga si habib ini nggak gagap teknologi yaa..
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
inilah isi surat tersebut;

From: Ida Hanafi <idahanafi@yahoo.com>
Date: Tue, 14 Feb 2012 19:17:18 -0800 (PST)
Subject: Re: [feui_74] Fw: Indonesia Tanpa FPI
 
Surat terbuka untuk saudara kami Habib Riziq :
 
Assalammualikum warahmatullahi wabaraktuh .

Habib dengan demikian maraknya orang orang menolak FPI apakah Habib tidak merasa bahwa Habib yang mengenakan jubah dan sorban itu adalah perlambang orang alim yang merupakan citra al Alim dimuka bumi ini .Tetapi FPI kemana mana membawa bendera berlambang pedang dan melakukan pengrusakan ditempat yang dianggap menjual miras dan tempat transaksi pelacuran dengan motto Amal ma'ruf nahi munkar .  Sudahkah kita berdakwah kepada mereka ?
Rasulullah Saw berwasiat : Sampaikanlah apa yang dari aku meski hanya satu ayat .

Bagaimana Habib sebagai pimpinan FPI  ( al 'alim billah ,al' arif billah) bisa menafsirkan sabda Rasullullah sebagai amanat yang penuh permusuhan dan pengrusakan.

Bagaimana Habib yang termasuk golongan alim yang tegak diatas keadilan mengesakan Allah (QS Ali Imran : 18) justru memerintahkan FPI melakukan pengrusakan atas nama agama. 

Bukankah Habib selaku Alim yang merupakan citra al Alim seharusnya menumpahkan tinta diatas kertas menyampaikan pengetahuan kepada orang awam dengan penuh kelembutan dan penuh kasih sayang sesuai dengan yang dicontohkan Al Mustafa Rasulullah saw. 

Bukankah Habib tahu bahwa kebenaran didalam Islam itu pribadi sifatnya ? Pertanggungan jawaban manusia dihadapan Allah bersifat pribadi dan bukan jamaah ! Ketaqwaan orang per orang tidak bisa diukur dengan paham , firqah , madzhab dan jama'ah ! Adakah dalil dalil yang menunjukan semua anggota FPI itu akan masuk surga dan yang lainnya akan masuk neraka. 

Asal Habib tahu bahwa agama Islam yang kita anut telah dijadikan  "ejekan dan olok olok " oleh orang orang yang awam dan belum menerima hidayah karena disebabkan oleh , kecerobohan,kebodohan yang dilakukan oleh FPI yang konon berkonotasi  " membela " Islam.

Islam yang damai dan pembawa keselamatan telah dihina sebagai agama pembawa kerusakan dan ketidak selamatan akibat tindakan FPI. 

Wassalam dari Akhwat yang prihatin.  

Sekedar info,maaf bila tidak berkenan,abaikan saja..
 
Powered by Telkomsel BlackBerry®
From: indra kusuma <mamakusuma@gmail.com>
Date: February 16, 2012 10:07:54 AM GMT+07:00
To: feui_74@yahoogroups.com
Subject: Re: [feui_74] Fw: Indonesia Tanpa FPI
Reply-To: feui_74@yahoogroups.com
ormas ini geblegmargoblog .... kalo mau menyebarkan agama musti ikut semester 3 mata kuliah  "Pengantar Marketing" ... bukannya bikin onar, bikin orang pada dongkol

On Wed, Feb 15, 2012 at 11:46 AM, <andriana_rustam@yahoo.com> wrote:
  Mestinya Habib baca surat ini,Da,minimal beliau tau bhw banyak muslimin dan muslimah yg gak sejalan dng "cara" perjuangan FPI.
Yg jelas,alhamdulillah,senaaaang skali mendapati Ida udah sembuh dan siap berbawel-ria menemaniku....

 
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
Me, and my parents are not qualified to talk about God, or what is right, who's a sinner or what so ever. Kita cuma mau peace, love and gaul ala hippies...jadi orang open minded lah, banyak belajar, masih banyak lagi yang kita nggak tahu, dan jangan pernah merasa yang paling benar. 
 
Saya pernah bikin kesalahan dengan men-judge orang, berasa saya paling oke aja..but then I realize, keyakinan orang kan beda-beda, coba pahami esensi toleransi dan kompromi. Hak kita meyakini sesuatu sebagai yang paling benar, tapi kita nggak bisa memaksakan orang harus berkeyakinan yang sama. Begitu juga orang lain nggak bisa memaksakan ke kita, dimana kita juga harus beranggapan sama dengan keyakinan orang tersebut. 

Jalan hidup orang beda-beda, prosesnya beda, masing-masing harus cari tahu hakikat dan perannya sendiri, tanpa harus menyakiti orang lain kan...

"I was born with my free gun, don't tell me I'm less than my freedom"


all the best,

(smile)


No comments:

Post a Comment