2/16/11

"Mi Amore Vole Fe Yah"


Bismillahirahmanirrahim

Mungkin ini akan jadi catatan saya yang paling sok serius, penting nggak penting yang penting posting. Ha.

Meminjam kalimat teman saya “Patah hati merupakan sumber kreatifitas tertinggi ” (to Leija, pinter amat sih jadi anak *cubit*). A broken heart leads you to many places. It is true..

Jadi jaman kegelapan kemaren itu saya :

Mencoba melakukan semua aktifitas yang bisa bikin lupa akan nestapa yang sedang dialami. Dari mulai pergi disko (alias disko sendiri di kamar gelap), ke Mall untuk ngabisin uang (yang ada malah nambah beban pikiran), sampai kabur ke Bali sendirian. Hasilnya ih aku masih galau aja tuh, karena semua ternyata senang-senang sesaat aja, semu. 

Ada yang nulis (lupa siapa..) bahwa di zaman ini kita dihadapkan pada paradoks: keberlimpahan materi dan kemiskinan rohani, kekenyangan fisik dan kelaparan psikis. Kebanjiran informasi dan kelangkaan arti.

I repeat, kelangkaan arti. Apa makna sesungguhnya. Apa yang sesungguhnya dicari.

Karena merasa mentok cari jalan keluar, ujung-ujungnya pasti minta maaf dan minta tolong sama Tuhan. Biasa deh kalau lagi susah dan ribet baru inget. Berhubung masih termasuk orang yang sangat percaya ada nya Tuhan di zaman modern ini. Jadilah coba saya fokus ibadah yang bener, kali-kali kegalauan hati ini cepat hilang.

Then I found this book : The Garden of Truth by Seyyed Hossein Nasr. 

Buku tentang jalan Sufi di Islam dan ilmu Tasawuf yang mencoba menjawab apa hakikat hidup manusia. Since I’m a woman of peace, saya selalu tertarik dengan dunia sufi islam ini. Karena dari yang saya tahu, intinya islam disini nih, nggak ada sama sekali kekerasan, yang ada Cinta, Kedamaian, keindahan bahkan Seni. Makanya banyak pelaku sufi terkenal (sebut Jalaludin Rumi) hobi banget menulis syair dan puisi. Kalau saya mungkin masih pantun jenaka ya..

Buku ini masih belum habis saya baca sampai saat ini, karena 1 bab aja bisa saya baca 2 sampai 3 kali biar ngeresep, karena mungkin terjemahan ke kalimat Indonesia nya juga yang rada advance. (niatnya cari yang versi enggris nya juga ah..soook). Tapi memang karena dari mulai introduction-nya aja menyentuh hati dan bikin tersadar, ditambah sisipan puisi sufi cantik.

Walaupun buku ini belum habis dibaca, inti yang saya tangkap adalah the ultimate love is, loving your God.

Mengutip salah satu paragraph dari buku tersebut :

            “Kaum Sufi juga berbicara tentang bentuk lain gradasi & hierarki cinta. Mereka memulai dengan kondisi manusia biasa dan berakhir dengan keadaan orang-orang suci. Keadaan cinta terendah dari sudut pandang ini adalah cinta ego atau cinta diri sendiri. Ini masih cinta, tetapi karena sifatnya memenjarakan objeknya, cinta itu melumpuhkan dan menghalangi pertumbuhan jiwa untuk mencapai tingkatan cinta yang lebih tinggi. Cinta kepada yang lain benda atau sesama manusia, seringkali menimbulkan keterikatan pada dunia dan menghalangi jiwa mencapai cinta yang lebih tinggi.
            Dari sudut pandang spiritual, semua tingkatan yang disebutkan di atas bisa positif, dan masing-masing tingkat yang lebih rendah dapat mengantarkan ke tingkat yang lebih tinggi alih-alih bersifat membatasi. Cinta pada diri sendiri dapat membuka kesadaran tentang ego yang memenjarakan dan mengarahkan seseorang kepada pencarian dirinya yang lebih tinggi. Cinta pada yang lain dapat mengakibatkan rasa sakit dan penderitaan, namun kemudian membantu jiwa mencari cinta yang tidak pernah binasa. Yakni cinta Allah, cinta Ilahi.
           Mencintai Allah secara penuh berarti memiliki kebebasan penuh dari setiap ikatan lain, dank arena Allah itu mutlak. Dan karena Allah itu mutlak dan tak terbatas, berarti kita mengalami kebebasan mutlak dan tak terbatas.”

Adooh, dahsyat ah tulisannya menurut saya. Jadi bahan kontemplasi.



Note to myself:
Pada awalnya kesadaran, pada akhirnya kesadaran. Semoga cepet ketemu apa yang dicari. 


Mi Amore Vole Fe Ya ( Love needs faith )

4 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. buset. dalem banget :P if you're pretty open-minded, mau gue pinjemin buku spiritual (not mainly focusing on islam sih.. just being spiritual in general dg mengambil ajaran buddhist and hindu-ism) gue hahahah. me n my varied believe.

    ReplyDelete
  3. Your newly found Sufism takkan lengkap sblm dengerin Debu... hahaha... setelah wwcr mereka, ternyata kan mereka Sufi banget...

    ReplyDelete
  4. Tapi gue terharu deh Dar sama quote bukunya. I agree wholeheartedly: cinta (kpd yg semu) itu memenjarakan.

    ReplyDelete