Saya udah nggak sebel lagi sih kalau ditanya ini, sekarang di-iyain aja sambil salim tangan sesepuh dan handaitaulan.
Saya sebenarnya nggak pingin menunda-nunda (karena partner yang siap tempur dalam kehidupan rumah tangga, mah ada), tapi menunggu nggak ribet kerjaan aja plus keluarga nggak ribet (ini sih kayak menatap jurang tanpa dasar). Maunya beneran dateng KUA, ijab-kabul, tandatangan daah! Makin ke sini juga, motivasi menikah untuk yang praktis-praktis kayaknya ya, segi hukum biar kalau punya anak tercatat dan diterima, pajak (bisa nebeng suami aja ya?), sosial biar nggak dicibir mayoritas karena dianggap nggak sah. Bonus, punya teman ngobrol dan berantem setiap hari..biar hidup nggak terlalu pahit ya.
Melanjutkan keturunan? buat saya, saat sekarang, ini bonus juga. Lihat pilihan hidup saya dulu, apakah ideal untuk membesarkan anak? kalau rasanya kurang ideal, pilihan beranak-pinak boleh nggak diambil..rasanya boleh begitu.
Saya dan pasangan hobi sekali membahas ini, bikin pro dan kontra kalau menikah, skenario macam-macam, ujung-ujungnya..masih gini-gini aja. Ini pada males, apa begimana sih..
Ceritanya, mau ala Charles Darwin, supaya keputusan yang dibuat adalah hasil pertimbangan yang matang, maka sebelumnya ia membuat list pros and cons tentang pernikahan.
Darwin pun memilih untuk menikah, punya 10 ani-ani lagi. Saya juga mau kok, cuma lagi berproses menuju ke sana..
Sepertinya, saya dan pasangan akan sepakat, kalau nantinya menikah motivasi kami akan mengerucut cukup sederhana..ala lagu Major Lazer. All we need is somebody to lean on..
*blow a kiss, fire a gun
p.s: Anyway, anyhow..saya berdua pasangan adalah pribadi yang sangat bertolak belakang, tapi video ini menggambarkan ke-norak-an yang mirip dan sangat mungkin kami lakukan.

:)
ReplyDeleteJadi inget waktu mutusin nikah dulu hehe, soal anak juga masih maju mundur secara emang bermasalah juga sih.