6/10/12

Tante-tante Emosi!


Ini adalah emosi yang tertundaa!

Buat ormas-ormas cakeeup yang mana sudah berhasil menggagalkan konser Lady Gaga, mi mother monster di Jakarta.

Begitu mulai ramai-ramai pemberitaan tentang terancamnya konser Lady Gaga di Jakarta, saya dari mulai marah-marah melulu, sampai beneran doa khusyuk supaya Lady Gaga, nggak batal deh..*berlebihan

Tapi Tuhan berkehendak lain ya, Gaga..menjadi Gaga(l) tampil di Jakarta..

Akibat protes keras dari FPI (mulanya) yang meminta aparat hukum jangan memberikan izin konser Gaga ke promotor, karena Gaga ini adalah pemuja setan, bisa menghancurkan moral bangsa, anti-christ, erotik dalam setiap penampilan, dan apabila polisi tetap kasih izin konser...FPI akan turun tangan sendiri menggagalkan konsernya..yang saya tangkap disini..mereka akan bikin rusuh konser. Dan kemudian semuanya jadi ribet, karena sampai MUI pun nyaris-nyaris bikin fatwa haram atas konser ini.

Buat saya ini bukan lagi soal saya marah karena penyanyi kesukaan nggak jadi dateng, ya udahlah..tapi soal FPI yang terlalu sok tahu dan sok kuasa, dan ini kali kedua mereka menghakimi sendiri, tanpa riset dan mau dengar pendapat orang lain, dimana saya menyaksikan sendiri mereka ngacak-ngacak sebuah acara diskusi, dan tindakan mereka ini atas dasar asumsi asal-asalan.

Protes saya sama ormas-ormas nggak pintar dan nggak bijak ini akan panjang..next time deh..

Tapi singkatnya, gini ya buat yang semua protes konser Lady Gaga di Jakarta:
  1. Konser ini digelar untuk specific audience, jadi kalau nggak suka ya nggak usah ditonton
  2. Oke, pakaian mba Gaga emang nggilani kadang-kadang, but then again, konser ini tertutup, aksesnya hanya dengan beli tiket yang juga nggak murah, screening KTP, dan nggak disiarin langsung via televisi jadi masyarakat yang belum paham. aman seharusnya.
  3. Saya dan orang-orang lainnya yang beli tiket konser, punya sensor sendiri, jadi ngapain ketakutan akan kesetanan, dan rusak moralnya/imannya karena nonton konser Gaga. Saya nggak perlu ormas ngejagain moral, iman dan keyakinan saya. By the way, saya dengerin lagu Gaga dari album pertama sampai ketiga, keyakinan saya nggak berubah, saya masih tetep pegang teguh syahadat dan rukun-rukun imann lainnya sesuai keyakinan yang saya anut.
  4. Lady Gaga, nggak sepenting itu jugaaaaaaa..she's just another pop star deh. Ngapain sampe diurusin segitunya sih....coba deh problematika bangsa ini lebih banyak, yang pasti adalah KEBODOHAN tapi pada nggak nyadar.
  5. Membentengi diri, bukan berarti memblok arus informasi global, era globalisasi gini susah, buat saya tetap terbuka sama informasi, tapi terus belajar termasuk soal agama, jadi tahu mana yang harus diambil, dijadikan panutan, mana yang nggak.
  6. Kalau yang ditakutin, penonton Lady Gaga ini jadi agen sosialisasi perusak moral...please...mari semuaa refleksi diri...banyak yang harus dibenahi, dan banyak sumber-sumber lain yang bisa jadi asal usul rusaknya moral. 
  7. Dan kenapa harus dengan ancaman kekerasaaan sih?? yang anda-anda protes ini kan bukan lagi orang primitif. 
hhhh...mungkin ini yang jadi tantangan:

Bagaimana kita bisa memiliki toleransi terhadap berbagai persepktif, tanpa menjadi orang yang membenarkan semua hal, lantaran nggak punya pendirian..?

Oke deh,

No comments:

Post a Comment